Sumenep, 12 November 2024 — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60, Muhammad Abu Jibril Rahman, siswa kelas 6 SDN Pangarangan 3, berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Kader Tiwisada tingkat Kabupaten Sumenep. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan perilaku hidup sehat di kalangan pelajar, sekaligus mempromosikan pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan.
Bertempat di Ballroom kecil Hotel C1 Sumenep, kompetisi ini menjadi ajang bagi siswa-siswi berprestasi yang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) sebagai Kader Tiwisada atau Dokter Kecil. Setiap peserta merupakan perwakilan terbaik dari sekolah mereka, dengan pengetahuan mendalam tentang kesehatan anak usia sekolah. Lomba ini mengusung tahapan tes tulis cepat dan cerdas cermat, menguji kemampuan siswa dalam memahami konsep UKS serta praktik PHBS.
![]() |
Jibril Didampingi para pembina |
Dalam kompetisi yang digelar pada Selasa, 12 November 2024, Jibril tampil percaya diri dengan didampingi pembina utama, Bapak Kurnain Hidayat, dan pembina pendamping, Ibu Eva Anggraeni. Keberhasilan Jibril meraih Juara 3 ini menunjukkan ketekunan dan semangatnya dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai hidup sehat. Dalam cerdas cermat, ia mampu menjawab berbagai pertanyaan kritis terkait kesehatan anak, yang mencakup perawatan diri, kebersihan lingkungan, hingga cara mencegah penyakit menular di sekolah.
“Pencapaian ini sangat membanggakan bagi SDN Pangarangan 3,” ungkap Kurnain Hidayat selaku pembina utama. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Jibril telah menunjukkan bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab dokter, tapi juga tanggung jawab kita sebagai siswa dan masyarakat.”
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, sebagai penyelenggara, berharap acara ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. “Lomba Kader Tiwisada ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga langkah awal untuk menciptakan generasi yang peduli pada kesehatan,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan dalam sambutannya.
Di antara berbagai kriteria penilaian, kemampuan peserta dalam menguasai konsep UKS dan PHBS menjadi poin utama yang dinilai. Selain pemahaman teori, lomba ini juga menuntut para peserta mampu memberikan solusi konkret atas permasalahan kesehatan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini penting untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga berwawasan luas dalam bidang kesehatan.
![]() |
Penyerahan Penghargaan |
Hadiah dan Penghargaan untuk Para Juara
Lomba Kader Tiwisada tingkat kabupaten ini memberikan penghargaan berupa dana apresiasi sebesar Rp 1.000.000 untuk Juara I, Rp 750.000 untuk Juara II, dan Rp 600.000 untuk Juara III. Hadiah ini menjadi bentuk apresiasi bagi para pemenang yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang kesehatan.
Jibril, yang telah menerima hadiah dan sertifikat juara, mengaku senang dan bangga atas pencapaiannya. Ia berharap pengalamannya dapat menginspirasi teman-teman sebayanya untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. “Saya ingin teman-teman saya juga belajar menjaga kesehatan, karena kesehatan adalah aset penting bagi masa depan,” tutur Jibril.
Masa Depan Kesehatan di Tangan Generasi Muda
Lomba ini membuktikan bahwa pemahaman tentang kesehatan bukan hanya milik tenaga medis, tetapi juga generasi muda yang akan menjadi pelopor perubahan. Dengan melibatkan siswa-siswi yang sudah memiliki dasar pemahaman kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep berupaya membangun pondasi generasi yang siap menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Ajang ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan kesehatan sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter dan kesadaran generasi penerus. Dengan semakin banyaknya siswa yang memiliki komitmen pada perilaku hidup sehat, diharapkan lingkungan sekolah dan masyarakat bisa berkembang menjadi tempat yang sehat dan harmonis.
Perlombaan ini bukan hanya soal juara, tetapi tentang bagaimana para siswa membawa semangat dan pengetahuan ini kembali ke lingkungan mereka, mendorong orang lain untuk hidup lebih sehat. Muhammad Abu Jibril Rahman adalah satu dari banyak anak-anak muda yang siap menjadi garda depan kesehatan, menjadikan hidup sehat sebagai budaya yang terus berkembang di masyarakat.
0 Komentar