Belajar Asyik Bahasa Indonesia di SDN Pangarangan 3: Menggunakan Teknologi Interaktif untuk Memahami Kalimat Rumpang

Sumenep, 13 November 2024 – Hari ini kelas 2 SDN Pangarangan 3 Sumenep terlihat lebih hidup dari biasanya. Suasana penuh semangat dan gelak tawa anak-anak terasa menggema di dalam kelas. Dengan panduan Bu Sulis Setiyawati, guru Bahasa Indonesia, anak-anak belajar memahami materi kata tanya dan kalimat rumpang dengan cara yang unik dan menyenangkan.

Menggunakan proyektor yang menampilkan papan kata interaktif, Bu Sulis mengajak murid-muridnya satu per satu maju ke depan kelas. Mereka diminta untuk menyentuhkan jari mereka pada jawaban yang benar di papan, seolah-olah sedang memencet layar sentuh modern. Setiap kali mereka berhasil memilih jawaban yang tepat, muncul kata "Benar!" di layar sebagai tanda apresiasi. Rona bangga dan bahagia pun terlihat jelas di wajah mereka.


Menggunakan proyektor yang menampilkan papan kata interaktif, Bu Sulis mengajak murid-muridnya satu per satu maju ke depan kelas. Mereka diminta untuk menyentuhkan jari mereka pada jawaban yang benar di papan, seolah-olah sedang memencet layar sentuh modern. Setiap kali mereka berhasil memilih jawaban yang
Babas 

"Ini cara belajar yang sangat menyenangkan! Anak-anak bisa langsung berinteraksi dengan materi pelajaran, tidak hanya mendengarkan atau mencatat," ujar Bu Sulis dengan penuh semangat. Metode ini, lanjutnya, dirancang agar anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan memudahkan mereka dalam memahami konsep-konsep dasar bahasa.

Salah satu murid yang penuh antusiasme adalah Nadia, yang begitu fokus menelusuri huruf demi huruf di papan tersebut. Jari telunjuknya menyentuh kotak-kotak huruf dengan hati-hati, mencari kata yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang di layar. Tawa kecil terdengar dari teman-temannya saat ia berhasil menemukan jawaban yang benar, menambah semarak suasana belajar.

Feti mencoba kalimat rumpang

Metode belajar interaktif seperti ini tidak hanya membuat pelajaran menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga mendorong anak-anak untuk lebih percaya diri dalam menjawab soal-soal. Dengan cara belajar yang kreatif ini, SDN Pangarangan 3 menunjukkan bahwa teknologi bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi para siswa.

Berikut cuplikan videonya:




"Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan dan merasakan langsung konsep yang diajarkan," jelas Bu Sulis. Menurutnya, keterlibatan langsung anak-anak dalam proses belajar membantu mereka untuk lebih mengingat materi pelajaran dan menumbuhkan rasa antusiasme terhadap belajar.

Hari ini, SDN Pangarangan 3 memberikan pelajaran berharga kepada kita semua bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membuat anak-anak menikmati setiap prosesnya. Dengan inovasi seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang bahasa, tetapi juga tentang bagaimana menikmati proses belajar itu sendiri.

Melalui pendekatan kreatif dari para pendidik seperti Bu Sulis, diharapkan generasi masa depan akan tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan selalu antusias dalam mencari pengetahuan baru.

0 Komentar